Dampak Bermedia Sosial
Dampak besar beberapa orang yang terkena media sosial, seolah dicuci otaknya. Dunia halusinasi melalui gadget yang diciptakan mereka. Seolah menjadikan dunia nyata bagi mereka. Otaknya pun tidak mau mendengar atau menerima saran dari sekitar mereka. Masyarakat dibuat ambigu mana kenyataan dan mana hoaks. karena hanya fokus dimedia sosial menjadi lupa mana dunia nyata sebenarnya.
Makin mengaburnya norma-norma bangsa, konten-konten tidak pantas bebas bertebaran diberbagai aplikasi-aplikasi. Begitu mudah didapatkan memperlihatkan jika sistem ini kurang mengontrol aplikasi-aplikasi tersebut. Lekuk tubuh yang dipertontonkan, berjoget, dan menari dengan berbagai gaya untuk dinikmati dikhalayak ramai.
Miris konten-konten tidak pantas inipun dilihat dan ditonton anak usia dibawah umur. Akan sangat berbahaya sekali bagi perkembangan otak mereka, karena anak jauh lebih cepat menyerap hal-hal negatif yang didapatkan dibandingkan menyerap hal-hal yang positif.
Adanya sosial media mengakibatkan perselingkuhan sering terjadi. Kurangnya pemahaman agama, tidak sedikit rumah tangga hancur, persaudaraan putus, karena disebabkan media sosial. Norma masyarakat pun tidak ada yang membenarkan tentang hal tersebut. Akibat makin jauhnya pemahaman agama yang kurang, jadi terlalu terlena dengan dunia maya.
Manusia sebenarnya sangat membutuhkan perkembangan produk-produk digital, sehingga bisa mempermudah aktivitas komunikasi keluarga dan pekerjaan.
Namun, akibat penerapan sistem sekuler kapitalis yang hanya lebih mementingkan materi dan keuntungan. Membuat sosial media menjadi bumerang bagi masyarakat kita. Adanya pihak-pihak yang hanya ingin meraup cuan besar, menghalalkan segala cara. Bahkan menghilangkan rasa malu, membuka aib sesama, tidak sadar dengan identitasnya sebagai seorang muslim yang harusnya menjaga adab setiap perbuatanya.
Dan menjadikan syar'iah Islam sebagai penunjuk, mengontrol dan mengendalikan perbuatanya.
Sistem sekularisme kapitalisme yang menjauhkan agama dari kehidupan membuat mereka tidak sadar bahwa segala perbuatanya kelak akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Swt. Akibat kurang kontrolnya bermedia sosial dalam menilai mana kebaikan dan mana yang mengakibatkan perbuatan tercela. Mengakibatkan tindakan kejahatan kriminal, bahkan nyawa manusia pun tidak lagi berharga. Akibatnya pencurian, perampokan, dan pembunuhan merajalela.
Sekularisme membuat manusia digiring hanya untuk mendapatkan kebahagiaan, pola hidup kapitalistik yang hanya memandang materi semata. Sistem ini nyata gagal mencetak manusia yang taat dan bertakwa kepada Allah, akibat jauh dari pemahaman Islam yang kafah. Yang mampu mengatur semua problem kehidupan.
Dalam sejarah peradaban Islam, negara adalah periayah atau pelindung urusan rakyat. Negara menjamin keamanan warganya, mengontrol sosial dan menentukan arah pandang agama sebagai landasan kehidupan. Akidah Islam menjadi bagian terpenting yang ditanamkan tidak hanya berfokus kepada urusan materi saja. Tetapi juga memiliki pola pikir dan pola sikap Islam.
Negara juga memberikan layanan konten-konten berkualitas dengan menyaring berbagai informasi yang diakses masyarakat. Sehingga tidak ada informasi yang bertentangan dengan hukum syara'. Hukum Syara' menetapkan ketentuan sebagai pengendali perbuatan yang mutlak berstandar halal, haram, mubah, makruh dan sunah. Hukum ini konsisten berusaha diterapkan para khalifah-khalifah setelah Rasulullah walaupun sudah tiada.
Hukum Syara' mampu memberikan kesejahteraan dan kedamaian dalam membentuk individu-individu yang taat dan bertakwa kepada Allah Swt.
menciptakan masyarakat yang berpotensi dalam, bersosial, berekonomi, berpolitik dan bernegara.
Sistem ini juga telah terbukti selama 14 abad dalam sejarah peradaban kejayaan Islam yang mampu memimpin dan menjadikan Islam sebagai rahmatan lil 'alamiin dalam naungan khilafah.
Wallahualam bissawab
Oleh Siti Mukaromah
Komentar
Posting Komentar